Rhubarb sudah memiliki kandungan air yang tinggi. Sangat penting untuk mengeringkannya dengan baik, jika tidak maka akan berfermentasi dalam proses maserasi madu.
- pencahar jika diminum dalam jumlah banyak atau sangat dingin
- Hati-hati dengan jumlahnya untuk orang yang mudah mengalami masalah perut
➡️ Sirup ini membantu pencernaan, meredakan sembelit, mendukung detoksifikasi hati dan memiliki efek remineralisasi berkat kandungan vitamin dan mineralnya.
➡️ Batang rhubarb harus dicuci, dipotong-potong dan dibiarkan dimaserasi dengan madu selama beberapa hari sampai cairan memiliki rasa dan warna yang khas.
➡️ Biasanya antara 2 dan 5 hari, tergantung pada suhu lingkungan dan intensitas rasa yang diinginkan.
➡️ Ambil 2-3 sendok makan setiap hari, sendiri atau diencerkan dengan air, sebaiknya sebelum makan.
➡️ Ya, berkat antrakuinon yang terkandung dalam rhubarb, sirup ini memiliki efek pencahar ringan dan dapat membantu mengatasi sembelit sesekali.
➡️ Ya, rhubarb memiliki sifat pembersihan dan mendukung hati dalam proses detoksifikasi.
➡️ Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, anak di bawah usia 12 tahun dan penderita penyakit ginjal atau diare akut.
➡️ Dapat menyebabkan sakit perut, diare, ketidakseimbangan mineral atau ketergantungan pada obat pencahar alami.
➡️ Tidak, hanya boleh dikonsumsi dalam waktu singkat untuk menghindari iritasi usus dan ketidakseimbangan mineral.
➡️ Madu menambah sifat antibakteri dan nutrisi, sementara gula membebani pencernaan dan mengurangi nilai terapeutik.
➡️ Tidak, daunnya mengandung asam oksalat yang tinggi dan beracun; hanya batangnya yang digunakan.
➡️ Simpan dalam toples kaca, tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan gelap; setelah dibuka, sebaiknya disimpan di lemari es.
➡️ Tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 12 tahun karena efek pencahar yang kuat.
➡️ Secara tidak langsung dapat membantu dengan mengatur pencernaan dan memfasilitasi pembuangan kelebihan air, tetapi bukan merupakan agen penurun berat badan yang spesifik.
➡️ Rhubarb kaya akan vitamin K, vitamin C, kalsium, kalium, dan serat, yang mendukung kesehatan tulang dan sistem pencernaan.